Senin, 31 Oktober 2016

Masalah pada Penggunaan Backpack dan Pengembangannya

Terdapat beberapa kendala bagi pengguna saat memakai backpack carrier. Backpack carrier dirancang untuk digunakan dalam perjalaan hiking atau mendaki gunung. Maka kenyamanan saat mendaki sangat penting, karena apabila backpack yang dipakai tidak nyaman, akan mengganggu perjalanan. 

Kendala yang dapat terjadi antara lain:

  • Ukuran backpack yang menjulang keatas hingga belakang kepala.
Ketika kita mendaki gunung, alangkah baiknya jika kita dapat menggerakan kepala ke segala arah secara leluasa agar jangkauan pengelihatan kita juga luas. Terkadang dengan backpack yang terlalu panjang hingga belakang kepala, kepala kita memiliki ruang gerak yang lebih sempit. Dengan begitu, leher kita juga dapat lebih mudah pegal bila terus menunduk.
  • Bagian punggung sakit akibat terlalu banyak beban.
Punggung kita akan terasa lelah ketika beban yang dibawa sangat banyak. Apalagi kalau ukuran tubuh pengguna tidak sesuai dengan ukuran backpack. User dengan tubuh yang lebih kecil bila menggunakan backpack dengan kapasitas yang besar bisa saja cepat merasa lelah dan sakit punggung karena beban yang dibawa melebihi kemampuan tubuhnya.
  • Bagian pundak sakit akibat gendongan backpack terbuat dari bahan yang keras.
Pada beberapa backpack gunung, tali gendongan terbuat dari bahan yang keras, dan menggunakan bantalan yang kurang nyaman. Hal ini akan membuat user cepat merasa sakit pundak. 

  • Backpack tidak memiliki bagian pembuka untuk barang yang terdapat di bawah.
Backpack gunung memiliki ukuran yang panjang dan besar, juga memiliki banyak kantong di dalamnya. Namun akan cukup sulit untuk menggapai barang bawaan kita yang diletakkan di bagian bawah atau tengah backpack. Apabila backpack kita terisi penuh, dan barang yang kita butuhkan ada di bagian dalam yang agak kebawah atau tengah-tengah, maka akan cukup sulit mencari barang yang kita butuhkan.




Beberapa hal yang mungkin dapat kita kembangkan dalam desain backpack gunung, yaitu:

  • Backpack dibuat dengan dimensi yang lebih pendek. Hal ini bertujuan agar kepala memiliki ruang gerak yang lebih bebas dan user tidak menunduk terus saat mendaki gunung.
  • Bahan yang digunakan untuk gendongan backpack lebih baik terbuat dari bahan yang lebih lentur sehingga mengurangi rasa sakit pada pundak saat menggendong backpack.
  • Backpack sebaiknya memiliki beberapa bagian pembuka. Bagian-bagian pembuka ini akan memudahkan user saat akan mengambil barang yang terselip atau diletakkan di posisi yang sulit diraih.



Sabtu, 29 Oktober 2016

Persentil

Kami telah melakukan  survey pengukuran tubuh beberapa sukarelawan. Mulai dari kategori persentil 5, persentil 50, dan persentil 95.
Data antropometri yang kami pakai adalah pengukuran tinggi badan, lebar bahu, panjang leher ke bahu, panjang punggung, panjang lengan, lebar telapak tangan, lingkar pinggang, dan lingkar dada.

Laki-Laki

Persentil 5


Nama   : Daus
Umur   : 19 tahun
Tinggi  : 155 cm
Berat    : 53 kg



Persentil 50


Nama  : Harry
Umur  : 20 tahun
Tinggi : 165 cm
Berat   : 67 kg



Persentil 95


Nama  : Yosa
Umur  : 18 tahun
Tinggi : 185 cm
Berat   : 76 kg




Perempuan

Persentil 5













Nama  : Andhini
Umur  : 19 tahun
Tinggi : 153 cm
Berat   : 46 kg



Persentil 50


Nama : Delia
Umur : 19 tahun
Tinggi : 162 cm
Berat : 54 kg



Persentil 95













Nama  : Riane
Umur  : 19 tahun 
Tinggi : 170 cm
Berat   : 58 kg




Dimensi Produk

Dimensi dari tas backpack ini meliputi panjang, lebar, dan tinggi tas.

Setelah diukur, kami mendapat data backpack, sebagai berikut:
Tinggi : 67 cm
Lebar : 27 cm
Panjang : 17 cm

Rabu, 05 Oktober 2016

Video Tas Carrier Rei

Pada post kali ini, akan memuat video tentang tas carrier Rei. Menjelaskan cara pakai backpack gunung dan bagian-bagian dari backpack carrier Rei.















Senin, 03 Oktober 2016

Tas Gunung atau Carrier

Pada post kali ini kami akan membahas tentang backpak yang digunakan untuk pergi mendaki gunung. Biasanya tas backpack ini disebut carrier.

Pendaki gunung pasti sudah tak asing dengan penggunaan tas gunung. Semua orang yang akan mendaki gunung pasti memerlukan banyak perlengkapan yang harus dibawa. Perlengkapan tersebut dapat berupa makanan, air, jaket, senter, jas hujan, dan lain-lain. Untuk membawa semua perlengkapan tersebut, maka pendaki gunung wajib memiliki tas yang mampu menahan beban yang berat dan kuat terhadap kondisi pegunungan.

Tas gunung memiliki desain yang berbeda dengan desain tas backpack yang dipakai sehari-hari atau tas backpack untuk membawa laptop. Tas gunung memiliki ukuran yang lebih besar untuk menampung barang yang lebih banyak, dan tas gunung juga dilengkapi dengan banyak kantong supaya mempermudah dalam memisahkan barang-barang bawaan. Kantong yang banyak akan membuat Tas gunung juga dibuat dengan material yang lebih kuat karena tas gunung akan dipakai ke tempat-tempat dengan medan yang tidak bisa diprediksi.



Memilih Tas Gunung

Memilih Tas Gunung Berdasarkan Lama Perjalanan

Salah satu cara memilih tas gunung adalah menyesuaikan kapasitas tas dengan lamanya rencana perjalaan. Berikut ini adalah penduan umum memilih tas berdasarkan lamanya perjalanan :
  • Weekend (1-3 malam) = kapasitas tas 35-50 liter
  • Multiday (3-5 malam) = kapasitas tas 50-80 liter
  • Longday (5 malam lebih) = kapasitas tas 70 liter keatas

Memilih Tas Berdasarkan Panjang Torso Tubuh 

Cara lain untuk memilih tas gunung adalah dengan menesuaikannya dengan tubuh kita. Dengan cara ini, kita akan mendapatkan tas gunung yang lebih nyaman dipakai karena sesuai dengan ukuran tubuh kita. Namun, apabila kita perlu membawa barang yang lebih banyak dari ukuran tubuh kita, maka bisa saja kita menggunakan tas gunung yang lebih besar. Berikut ini panduan memilih tas gunung berdasarkan panjang torso tubuh :
  • Panjang torso 35-39cm = ukuran tas XS
  • Panjang torso 40-44cm = ukuran tas S
  • Panjang torso 45-49cm = ukuran tas M
  • Panjang torso 50-54cm = ukuran tas L
Di Indonesia biasanya menggunaka ukuran XS sampai M. Jarang sekali ada yang menggunakan ukuran L. Sementara ukuran XS atau S biasanya dipakai oleh perempuan.
 


Bagian-Bagian Tas Gunung

Tas gunung dilengkapi dengan desain yang cukup kompleks. Komponen-komponen yang terdapat pada tas gunung akan dijelaskan dibawah.

Tali Pengatur Atas

Tali pengatur atas digunakan agar tas carrier tidak membuat tubuh menjadi bungkuk.

Tali Bahu

Sebaiknya, tali bahu atau sabuk bahu memiliki webbing yang terhubung dengan bagian atas ransel. Selain itu, tali bahu juga sebaiknya berbentuk melengkung supaya nyaman digunakan. Untuk kenyamanan yang lebih baik lagi, maka sebaikya bahan untuk bantalan bahu menggunakan bahan yang lembut
 

Tali Dada

Tali ini digunakan agar bantalan bahu tetap berada pada posisinya. Selain itu, tali ini juga berfungsi sebagai penyeimbang.

Tali Pinggang

Tali pinggang yang dipilih sebaiknya memiliki bantalan yang empuk dan tidak mudah turun. Tujuannya agar beban di pinggang lebih banyak daripada beban yang dipikul oleh bahu. Usahaka juga agar posisi tali pinggang tepat jatuh pada posisi tonjolan tulang pinggang. 

Kantong Atas

Kantong ini difungsikan untuk meletakan barang-barang yang sering digunakan. Seperti sarung tangan, topi, jas hujan, makan, air, dan lain-lain.

Rangka Dalam

Rangka berfungsi agar tas menjadi lebih ramping. Selain itu rangka juga berfungsi untuk mendekatkan tas ke punggung.

Bantalan Punggung

Bagian ini merupakan bagian yag penting utuk diperhatikan karena bagian tas inilah yang langsung berentuhan dengan punggung. Kita harus mencari tas dengan bantalan punggung yang nyaman dan mudah diatur. 

Sebaiknya memilih bantalan punggung yang ada pagian lumbar (pinggang) dan scapula (tulang belikat). Selain itu, sebaiknya bantalan punggung juga memiliki rongga udara di bagian punggung untuk sirkulasi udara.


Berikut ini kami tambahkan video pemakaian tas gunung:


Senin, 26 September 2016

Antropometri



Backpack merupakan salah satu tas yang banyak dipakai karena mudah untuk membawa barang, manajemen beban yang lebih baik, dan mencegah terjadinya sakit pada otot bahu. Pembagian beban yang lebih bertumpu pada otot pinggul menyebabkan aktivitas membawa beban menjadi lebih mudah, seimbang dan stabil.

Menurut ahli bedah ortopedi dari Rumah Sakit Anak Alfred I Dupont Wilmington dr RichardW. Kruse DO, desain tas backpack yang baik mengandalkan otot-otot terkuat dari tubuh, yaitu otot punggung bagian bawah dan perut, untuk menopang beban tas, dengan demikian beban akan tersebar merata keseluruh tubuh (Anonim, 2009). 


Data antropometri yang berkaitan dengan penggunaan backpack adalah tinggu bahu pada posisi duduk, lebar bahu bagian atas, tebal paha, lebar pinggul, tinggi pinggul.






Tinggi dan Lebar Backpack

Tinggi bahu yang digunakan berdasarkan penelitian adalah 55 cm, dan tebal paha rata-rata yang digunakan adalah 14 cm. 

Untuk menentukan tinggi backpack yang sesuai dengan tinggi punggung, maka :


Tinggi punggung backpack = tinggi bahu - tebal paha 

= 55 cm -14 cm = 41 cm

Lebar bahu bagian atas yang didapat dari penelitian adalah 34 cm.

Sementara untuk menentukan lebar yang pas untuk bagian depan backpack, maka diambil ukuran lebar pinggul rata-rata, yaitu 33 cm.


Alas Punggung dan Penempatan Busa

Pada beberapa backpack, biasanya terdapat busa untuk alas punggung. Untuk menentukan tata letak busa, digunakan anatomi tubuh di sekitar bagian bahu, punggung, hingga pinggang sebagai acuan. Otot punggung memiliki struktur yang menjorok ke dalam. Otot ini yang nantinya akan menjadi tumpuan beban utama backpack karena memiliki kekuatan yang lebih besar dari otot-otot yang lainnya. Maka, fokus pengembangan alas punggung backpack tertuju pada otot-otot punggung bagian bawah yang menjorok ke dalam ini. 

Selain otot bawah punggung, otot bahu juga menjadi tempat bersandarnya alas punggung tas, Untuk menjaga posisi tulang belakang manusia tetap ideal, maka penempatan busa harus tepat berada pada bagian tubuh yang longgar. Namun, tulang juga memiliki fungsi sebagai penyangga tubuh utama, yaitu pada bagian Lumbar Spine. Lumbar merupakan bagian tulang belakag yang memiliki penampang terluas dan terkuat sehingga mempu menumpu berat badan manusia.



Tali Backpack

Untuk menentukan panjang ideal tali utama, harus menyesuaikan tinggi backpack dan tebal dada. Posisi yang baik ketika memakai backpack adalah backpack tepat berada di punggung, tidak melorot ke bawah atau belakang. Dengan begitu, titik berat tas tersebar merata ke permukaan bahu sampai tulang punggung. 

Untuk memepertahankan posisi terbaik yang ideal tersebut, maka dimensi tebal dada yang digunakan adalah rata-rata tebal dada 23 cm.

Kemudian mengukur panjang tali utama:

Panjang tali utama = tinggi tas + tebal dada 
= 41 cm + 23 cm = 64 cm.

Maka, panjang tali utama yang didapatkan rata-rata adalah 64 cm.

Sedangkan, panjang maksimal tali backpack yang dapat dicapai adalah tidak kurang dari tinggi tas (41 cm) dan ditambahkan nilai ekstrim atas atau presentil 95% dari tebal dada pria Indonesia yang dibulatkan menjadi 28 cm.

Jadi panjang maksimal tali backpack yang mungkin dicapai:

Panjang maksimal = tinggi backpack + tebal dada 
= 41 cm + 28 cm = 69 cm



Pengukuran Antropometri Tubuh Pengguna :